Dewi Gayatri

gayatri-pakar-musik-meditasi-cakraDewi Gayatri lahir dari keluarga sederhana di Jawa Tengah. Dengan didikan ibu-nya yang menjunjung tinggi adat ketimuran, Dewi Gayarti tumbuh menjadi wanita kalem, telaten, berhati-hati dalam bicara dan bersifat keibuan.

Sejak Kecil, Dewi Gayatri sering mengalami sakit. Satu penyakit berhasil diobati oleh Dokter, selang beberapa bulan, munculah penyakit baru. Kejadian tersebut terus berulang sampai Dewi Gayatri menginjak usia remaja. Karena penyakitnya itu, Dewi Gayatri sering tidak masuk sekolah. Meskipun demikian, Dewi Gayatri termasuk siswi yang berprestasi.

PENGALAMAN SPIRITUAL DEWI GAYATRI

Pada usia 15 tahun, Dewi Gayatri menderita penyakit yang sangat parah. Pada awalnya ia tidak menyadari sama sekali adanya penyakit itu. Sore hari usai pulang sekolah, Dewi Gayatri merasakan tubuhnya lemas luar biasa. Badannya menggigil kedinginan tapi suhu tubuhnya sangat panas. Karena panik, kedua orang tuanya langsung membawa Dewi Gayatri ke klinik tak jauh dari tempat tinggalnya. Namun dokter menyatakan Dewi Gayatri mengalami demam biasa. Sehingga Dokter hanya memberinya obat penurun demam.

Meski demamnya telah reda, kondisi tubuh Dewi Gayatri justru semakin lemah. Entah kenapa kedua kakinya tidak bisa digerakkan sama sekali. Bahkan Dewi Gayatri tidak bisa merasakan kedua kakinya (mati rasa). Lebih parah lagi, penyakit tersebut menyerang bagian tenggorokan dan pita suara. Akibatnya Dewi Gayatri mengalami gangguan bicara.

Karena penyakit itu Dewi Gayatri tidak bisa beraktivitas sebagaimana biasanya. Kesehariannya hanya dihabiskan di atas tempat tidur atau di kursi roda. Sudah banyak penyembuhan medis dan terapi alternatif dilakukan, tapi tak kunjung membuat Dewi Gayatri kembali sehat seperti sediakala.

Dalam kesulitan hidup dan kondisi kesehatan yang sangat buruk tersebut, Dewi Gayatri mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ia berdoa setiap saat memohon pertolongan Tuhan. Ia berdoa dengan penuh kepasrahan,”Ya Tuhan, apabila hidupku akan berguna, mohon sehatkanlah badanku. Namun bila hidupku hanya menjadi beban orang lain, mohon berikanlah kemudahan agar aku cepat melewatinya”.

Setelah berdoa dengan penuh kepasrahan hati selama 9 hari, Dewi Gayatri mengalami mimpi yang tidak biasa. Dalam mimpi, Dewi Gayatri yang sedang terbaring sakit di tempat tidur, didatangi sosok pria berpakaian jubah serba putih. Perawakan pria ini gagah, tampan, dan wajahnya memancarkan kedamaian.

Dewi Gayatri tidak merasa takut dengan pria ini, karena aura yang dipancarkan adalah kedamaian. Tanpa bicara satu kata-pun, Pria berjubah putih ini mengarahkan telapak tangannya ke arah badan Dewi Gayatri. Sesaat kemudian, dari telapak tangan itu, muncul cahaya putih yang memancar merasuk ke seluruh badan Dewi Gayatri. Cahaya itu semakin lama semakin terang sehingga semua yang dilihat Dewi Gayatri hanyalah cahaya. Pada saat cahaya itu menghilang, maka sosok pria berjubah putih juga menghilang.

Setelah mendapat mimpi tersebut, kondisi kesehatan Dewi Gayatri membaik. Dia yang awalnya sulit bicara, sedikit demi sedikit mulai bisa menyebutkan benda yang diinginkannya. Walaupun dengan suara yang terbata-bata dan bicara yang kurang begitu jelas. Lambat laun, bicaranya menjadi lebih lancar. Bahkan Dewi Gayatri mampu berkomunikasi dengan orang lain sebagaimana ketika dia sehat.

Tidak hanya sekali, Dewi Gayatri mengalami mimpi tersebut selama 5 kali dalam jangka waktu sekitar 3 bulan. Pada mimpi pertama sampai ke-empat, kejaiannya hampir semuanya sama. Seorang pria berjubah putih datang, mengarahkan tangan bercahaya ke Dewi Gayatri, kemudian menghilang berkata apa-apa.

Setiap kali Dewi Gayatri mengalami mimpi tersebut, kondisi kesehatan Dewi Gayatri semakin membaik. Pada mimpi pertama, Dewi Gayatri yang awalnya mengalami gangguan pada pita suara, menjadi sembuh dan bisa berbicara kepada orang lain dengan suara yang lebih jelas. Selang tiga minggu, Dewi Gayatri mengalami mimpi yang serupa. Ajaibnya, setelah mengalami mimpi tersebut kondisi kesehatan Dewi Gayatri mengalami peningkatan. Meskipun masih terbujur lemah di atas tempat tidur. Dia mulai bisa menggerakkan jari-jari kakinya.

Tak lama dari mimpi yang kedua, Dewi Gayatri kembali mengalami mimpi yang sama persis. Pada mimpi yang ketiga ini juga terjadi perubahan positif pada kesehatannya. Kedua kaki yang semula mati rasa dan tidak bisa digerakkan, setelah munculnya mimpi ketiga Dewi Gayatri mampu menekuk bagian lututnya. Bagian punggungnya pun mulai bisa digunakan untuk menopang tubuh bagian atas. Sehingga ia bisa duduk sebagaimana normalnya orang lain.

Empat belas hari dari mimpi ketiga, Dewi Gayatri mengalami mimpi yang persis. Seperti yang telah terjadi pada mimpi-mimpi sebelumnya, setelah mengalami mimpi keempat kondisi kesehatannya menunjukkan kemajuan. Kedua kakinya bisa digunakan untuk menopang seluruh bagian tubuhnya. Meski tertatih, Dewi Gayatri mulai bisa berjalan. Hingga pada mimpi kelima, Dewi Gayatri kembali bermimpi bertemu dengan sosok pria berjubah putih.

Kejadian sedikit berbeda pada mimpi yang ke-lima. Setelah menyalurkan cahaya dari telapak tangan, Pria Berjubah Putih tersebut tersenyum dan berkata “Alhamdulillah (Puji Tuhan), Tuhan telah menyembuhkanmu melalui tangan-ku. Kamu pun bisa membantu orang lain dengan tanganmu”. Mendengar ucapan tersebut, Dewi Gayatri tiba-tiba terbangun. Dia merasa sangat sehat. Bahkan menurut Dewi Gayatri, ia merasa tidak pernah sesehat itu sebelumnya. Seluruh badannya terasa segar dan perasaannya sangat lega.

Bagi sebagian orang, sosok Pria Berjubah Putih itu masih menjadi misteri. Siapa sejatinya orang tersebut. Dewi Gayatri meyakini, bisa jadi itu adalah sosok malaikat yang dikirim Tuhan untuk menjawab doa-nya.

SEJARAH PENEMUAN REIKI GAYATRI

Dewi Gayatri menyadari bahwa dirinya merupakan salah satu orang yang mendapatkan keajaiban dari Tuhan. Sejak sembuh dari sakit parah yang dialaminya, Dewi Gayatri sering mendapati mimpi bertemu sosok pria berjubah putih. Dari pengalaman inilah Dewi Gayatri mulai merasakan keistimewaan yang ada pada dirinya.

Selama 5 hari berturut-turut Dewi Gayatri didatangi sosok berjubah putih. Dalam mimpinya Dewi Gayatri diajak ke sebuah taman yang sangat indah. Di mana di taman tersebut suasananya begitu damai. Udaranya begitu sejuk. Terdapat rerumputan hijau nan indah, dan ada sungai kecil yang di dalamnya mengalir air yang begitu jernih. Di pohon yang rindang, Dewi Gayatri diminta duduk bersila dengan posisi meditasi. Lantas sosok berjubah putih meletakkan tangannya di atas kepala Dewi Gayatri. Dari tangan sosok tersebut muncul cahaya putih yang seolah menembus dari kepala Dewi Gayatri.

Sosok berjubah putih tersebut lantas berkata kepada Dewi Gayatri kurang lebih seperti berikut: “Gayatri anakku, yang Aku masukkan ke dalam dirimu adalah energi murni dari alam semesta. Mulai sekarang, dengan kemampuan baru ini kamu bisa membantu orang lain. Jaga dan manfaatkanlah kemampuanmu dengan sebaik-baiknya. Besok temui Aku lagi di sini” Sosok berjubah putih itu pun menghilang dari hadapan dewi Gayatri. Hingga empat hari berikutnya, Dewi Gayatri mengalami mimpi berada di tempat yang sama persis seperti sebelumnya.

Setelah mengalami mimpi itu, seketika Dewi Gayatri mendapatkan pemahaman mengenai ilmu penyembuhan dan olah energi alam semesta. Meski demikian, dia hanya menyimpan pengalaman tersebut hanya untuk dirinya sendiri. Dewi Gayatri sadar bila dia menceritakan pengalaman aneh itu, bukan tidak mungkin bila dirinya dianggap mengada-ada dan mengarang cerita. Namun ternyata waktulah yang menunjukkan bakat istimewa yang ada pada Dewi Gayatri.

Setiap kali ia bertemu dengan orang yang sakit, Dewi Gayatri memahami pada tubuh si penderita, terdapat titik tertentu yang mengalami kerusakan. Titik kerusakan tersebut tidak bisa dilihat oleh orang awam, karena letaknya jauh di dalam tubuh energi seseorang. Dengan mengetahui titik kerusakan tersebut, Dewi Gayatri tahu apa yang dilakukan untuk menyembuhkan si penderita sakit.

Pernah suatu ketika, Dewi Gayatri datang menjenguk sepupunya yang sedang mengalami sakit kista. Kista yang diderita sepupunya tergolong parah, berada di antara hati dan ginjal. Jika tidak segera dioperasi justru akan mengganggu fungsi organ lainnya. Namun, si sepupu enggan dan takut dioperasi. Entah kenapa ada dorongan yang membuat Dewi Gayatri menawarkan diri untuk mengusap bagian perut sepupunya. Si sepupu pun tak keberatan.

Sepulang dari tempat sepupunya Dewi Gayatri mendapat kabar bahwa kista yang dialami sepupunya mulai mengecil ukurannya. Dia pun diminta untuk kembali datang ke rumah sepupunya untuk melakukan hal serupa. Dewi Gayatri sendiri tidak menyebut apa yang dilakukannya adalah terapi penyembuhan. Sampai pada lima kali terapi, sakit kista yang dialami sepupunya benar-benar sembuh total. Saat check up medis dokter sempat heran mengetahui kista yang begitu parah ternyata bisa sembuh tanpa operasi.

Meski awalnya tidak percaya, keluarga Dewi Gayatri mulai menyadari bahwa salah satu anggota keluarganya memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Kemampuan istimewa ini dimanfaatkan Dewi Gayatri untuk membantu kerabat dan teman-teman dekatnya. Lambat laun kabar mengenai kemampuan Dewi Gayatri tersebar juga.

Mulai usia 18 tahun Dewi Gayatri mulai berkonsentrasi untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Seiring berjalannya waktu, Dewi Gayatri mulai paham bahwa kemampuannya mirip sekali dengan penyembuhan reiki yang berasal dari Jepang. Akan tetapi, antara reiki Jepang dengan kemampuan reiki yang dimiliki Dewi Gayatri sangat berbeda. Reiki Gayatri penggunaannya sangat praktis. Manfaatnya bukan hanya untuk penyembuhan, melainkan lebih banyak. Kemampuan Reiki Dewi Gayatri telah terbukti manfaatnya dalam hal meningkatkan kesehatan, penyembuhan fisik dan psikis, meningkatkan inner beauty, dan perawatan tubuh.

PRAKTEK SECARA PROFESIONAL

Sebelumnya, sekalipun belum pernah terlintas di benak Dewi Gayatri untuk membuka praktek secara profesional. Hingga pada akhirnya, Dewi Gayatri memutuskan untuk terjun secara total menjalani profesinya sebagai pakar Reiki Gayatri. Atas pertimbangan banyaknya keinginan klien agar Dewi Gayatri membuka layanan secara profesional.

Menurut Dewi Gayatri, keputusan tersebut adalah bagian dari dorongan nuraninya untuk menjalani peran yang ditakdirkan oleh Tuhan. Menjadi seorang pakar reiki, itu artinya Dewi Gayatri menjadi konsultan yang siap membantu menyelesaikan masalah orang lain.

Dalam pandangan Dewi Gayatri, apapun jika dikelola dengan baik maka hasilnya akan baik pula. Itulah kenapa Dewi Gayatri memilih bergabung dengan Pusat Metafisika Asia (PMA) yang menaungi para pakar yang memiliki kemampuan dan bakat istimewa di berbagai bidang. Salah satunya adalah reiki. Dengan praktek profesional yang dikelola oleh PMA, Dewi Gayatri bisa menjangkau banyak klien. Serta membantu kliennya dengan lebih profesional dan dengan mutu pelayanan yang lebih baik.

Dewi Gayatri lahir dari keluarga sederhana di Jawa Tengah. Dengan didikan ibu-nya yang menjunjung tinggi adat ketimuran, Dewi Gayarti tumbuh menjadi wanita kalem, telaten, berhati-hati dalam bicara dan bersifat keibuan.

Sejak Kecil, Dewi Gayatri sering mengalami sakit. Satu penyakit berhasil diobati oleh Dokter, selang beberapa bulan, munculah penyakit baru. Kejadian tersebut terus berulang sampai Dewi Gayatri menginjak usia remaja. Karena penyakitnya itu, Dewi Gayatri sering tidak masuk sekolah. Meskipun demikian, Dewi Gayatri termasuk siswi yang berprestasi.

PENGALAMAN SPIRITUAL DEWI GAYATRI

Pada usia 15 tahun, Dewi Gayatri menderita penyakit yang sangat parah. Pada awalnya ia tidak menyadari sama sekali adanya penyakit itu. Sore hari usai pulang sekolah, Dewi Gayatri merasakan tubuhnya lemas luar biasa. Badannya menggigil kedinginan tapi suhu tubuhnya sangat panas. Karena panik, kedua orang tuanya langsung membawa Dewi Gayatri ke klinik tak jauh dari tempat tinggalnya. Namun dokter menyatakan Dewi Gayatri mengalami demam biasa. Sehingga Dokter hanya memberinya obat penurun demam.

Meski demamnya telah reda, kondisi tubuh Dewi Gayatri justru semakin lemah. Entah kenapa kedua kakinya tidak bisa digerakkan sama sekali. Bahkan Dewi Gayatri tidak bisa merasakan kedua kakinya (mati rasa). Lebih parah lagi, penyakit tersebut menyerang bagian tenggorokan dan pita suara. Akibatnya Dewi Gayatri mengalami gangguan bicara.

Karena penyakit itu Dewi Gayatri tidak bisa beraktivitas sebagaimana biasanya. Kesehariannya hanya dihabiskan di atas tempat tidur atau di kursi roda. Sudah banyak penyembuhan medis dan terapi alternatif dilakukan, tapi tak kunjung membuat Dewi Gayatri kembali sehat seperti sediakala.

Dalam kesulitan hidup dan kondisi kesehatan yang sangat buruk tersebut, Dewi Gayatri mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ia berdoa setiap saat memohon pertolongan Tuhan. Ia berdoa dengan penuh kepasrahan,”Ya Tuhan, apabila hidupku akan berguna, mohon sehatkanlah badanku. Namun bila hidupku hanya menjadi beban orang lain, mohon berikanlah kemudahan agar aku cepat melewatinya”.

Setelah berdoa dengan penuh kepasrahan hati selama 9 hari, Dewi Gayatri mengalami mimpi yang tidak biasa. Dalam mimpi, Dewi Gayatri yang sedang terbaring sakit di tempat tidur, didatangi sosok pria berpakaian jubah serba putih. Perawakan pria ini gagah, tampan, dan wajahnya memancarkan kedamaian.

Dewi Gayatri tidak merasa takut dengan pria ini, karena aura yang dipancarkan adalah kedamaian. Tanpa bicara satu kata-pun, Pria berjubah putih ini mengarahkan telapak tangannya ke arah badan Dewi Gayatri. Sesaat kemudian, dari telapak tangan itu, muncul cahaya putih yang memancar merasuk ke seluruh badan Dewi Gayatri. Cahaya itu semakin lama semakin terang sehingga semua yang dilihat Dewi Gayatri hanyalah cahaya. Pada saat cahaya itu menghilang, maka sosok pria berjubah putih juga menghilang.

Setelah mendapat mimpi tersebut, kondisi kesehatan Dewi Gayatri membaik. Dia yang awalnya sulit bicara, sedikit demi sedikit mulai bisa menyebutkan benda yang diinginkannya. Walaupun dengan suara yang terbata-bata dan bicara yang kurang begitu jelas. Lambat laun, bicaranya menjadi lebih lancar. Bahkan Dewi Gayatri mampu berkomunikasi dengan orang lain sebagaimana ketika dia sehat.

Tidak hanya sekali, Dewi Gayatri mengalami mimpi tersebut selama 5 kali dalam jangka waktu sekitar 3 bulan. Pada mimpi pertama sampai ke-empat, kejaiannya hampir semuanya sama. Seorang pria berjubah putih datang, mengarahkan tangan bercahaya ke Dewi Gayatri, kemudian menghilang berkata apa-apa.

Setiap kali Dewi Gayatri mengalami mimpi tersebut, kondisi kesehatan Dewi Gayatri semakin membaik. Pada mimpi pertama, Dewi Gayatri yang awalnya mengalami gangguan pada pita suara, menjadi sembuh dan bisa berbicara kepada orang lain dengan suara yang lebih jelas. Selang tiga minggu, Dewi Gayatri mengalami mimpi yang serupa. Ajaibnya, setelah mengalami mimpi tersebut kondisi kesehatan Dewi Gayatri mengalami peningkatan. Meskipun masih terbujur lemah di atas tempat tidur. Dia mulai bisa menggerakkan jari-jari kakinya.

Tak lama dari mimpi yang kedua, Dewi Gayatri kembali mengalami mimpi yang sama persis. Pada mimpi yang ketiga ini juga terjadi perubahan positif pada kesehatannya. Kedua kaki yang semula mati rasa dan tidak bisa digerakkan, setelah munculnya mimpi ketiga Dewi Gayatri mampu menekuk bagian lututnya. Bagian punggungnya pun mulai bisa digunakan untuk menopang tubuh bagian atas. Sehingga ia bisa duduk sebagaimana normalnya orang lain.

Empat belas hari dari mimpi ketiga, Dewi Gayatri mengalami mimpi yang persis. Seperti yang telah terjadi pada mimpi-mimpi sebelumnya, setelah mengalami mimpi keempat kondisi kesehatannya menunjukkan kemajuan. Kedua kakinya bisa digunakan untuk menopang seluruh bagian tubuhnya. Meski tertatih, Dewi Gayatri mulai bisa berjalan. Hingga pada mimpi kelima, Dewi Gayatri kembali bermimpi bertemu dengan sosok pria berjubah putih.

Kejadian sedikit berbeda pada mimpi yang ke-lima. Setelah menyalurkan cahaya dari telapak tangan, Pria Berjubah Putih tersebut tersenyum dan berkata “Alhamdulillah (Puji Tuhan), Tuhan telah menyembuhkanmu melalui tangan-ku. Kamu pun bisa membantu orang lain dengan tanganmu”. Mendengar ucapan tersebut, Dewi Gayatri tiba-tiba terbangun. Dia merasa sangat sehat. Bahkan menurut Dewi Gayatri, ia merasa tidak pernah sesehat itu sebelumnya. Seluruh badannya terasa segar dan perasaannya sangat lega.

Bagi sebagian orang, sosok Pria Berjubah Putih itu masih menjadi misteri. Siapa sejatinya orang tersebut. Dewi Gayatri meyakini, bisa jadi itu adalah sosok malaikat yang dikirim Tuhan untuk menjawab doa-nya.

SEJARAH PENEMUAN REIKI GAYATRI

Dewi Gayatri menyadari bahwa dirinya merupakan salah satu orang yang mendapatkan keajaiban dari Tuhan. Sejak sembuh dari sakit parah yang dialaminya, Dewi Gayatri sering mendapati mimpi bertemu sosok pria berjubah putih. Dari pengalaman inilah Dewi Gayatri mulai merasakan keistimewaan yang ada pada dirinya.

Selama 5 hari berturut-turut Dewi Gayatri didatangi sosok berjubah putih. Dalam mimpinya Dewi Gayatri diajak ke sebuah taman yang sangat indah. Di mana di taman tersebut suasananya begitu damai. Udaranya begitu sejuk. Terdapat rerumputan hijau nan indah, dan ada sungai kecil yang di dalamnya mengalir air yang begitu jernih. Di pohon yang rindang, Dewi Gayatri diminta duduk bersila dengan posisi meditasi. Lantas sosok berjubah putih meletakkan tangannya di atas kepala Dewi Gayatri. Dari tangan sosok tersebut muncul cahaya putih yang seolah menembus dari kepala Dewi Gayatri.

Sosok berjubah putih tersebut lantas berkata kepada Dewi Gayatri kurang lebih seperti berikut: “Gayatri anakku, yang Aku masukkan ke dalam dirimu adalah energi murni dari alam semesta. Mulai sekarang, dengan kemampuan baru ini kamu bisa membantu orang lain. Jaga dan manfaatkanlah kemampuanmu dengan sebaik-baiknya. Besok temui Aku lagi di sini” Sosok berjubah putih itu pun menghilang dari hadapan dewi Gayatri. Hingga empat hari berikutnya, Dewi Gayatri mengalami mimpi berada di tempat yang sama persis seperti sebelumnya.

Setelah mengalami mimpi itu, seketika Dewi Gayatri mendapatkan pemahaman mengenai ilmu penyembuhan dan olah energi alam semesta. Meski demikian, dia hanya menyimpan pengalaman tersebut hanya untuk dirinya sendiri. Dewi Gayatri sadar bila dia menceritakan pengalaman aneh itu, bukan tidak mungkin bila dirinya dianggap mengada-ada dan mengarang cerita. Namun ternyata waktulah yang menunjukkan bakat istimewa yang ada pada Dewi Gayatri.

Setiap kali ia bertemu dengan orang yang sakit, Dewi Gayatri memahami pada tubuh si penderita, terdapat titik tertentu yang mengalami kerusakan. Titik kerusakan tersebut tidak bisa dilihat oleh orang awam, karena letaknya jauh di dalam tubuh energi seseorang. Dengan mengetahui titik kerusakan tersebut, Dewi Gayatri tahu apa yang dilakukan untuk menyembuhkan si penderita sakit.

Pernah suatu ketika, Dewi Gayatri datang menjenguk sepupunya yang sedang mengalami sakit kista. Kista yang diderita sepupunya tergolong parah, berada di antara hati dan ginjal. Jika tidak segera dioperasi justru akan mengganggu fungsi organ lainnya. Namun, si sepupu enggan dan takut dioperasi. Entah kenapa ada dorongan yang membuat Dewi Gayatri menawarkan diri untuk mengusap bagian perut sepupunya. Si sepupu pun tak keberatan.

Sepulang dari tempat sepupunya Dewi Gayatri mendapat kabar bahwa kista yang dialami sepupunya mulai mengecil ukurannya. Dia pun diminta untuk kembali datang ke rumah sepupunya untuk melakukan hal serupa. Dewi Gayatri sendiri tidak menyebut apa yang dilakukannya adalah terapi penyembuhan. Sampai pada lima kali terapi, sakit kista yang dialami sepupunya benar-benar sembuh total. Saat check up medis dokter sempat heran mengetahui kista yang begitu parah ternyata bisa sembuh tanpa operasi.

Meski awalnya tidak percaya, keluarga Dewi Gayatri mulai menyadari bahwa salah satu anggota keluarganya memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Kemampuan istimewa ini dimanfaatkan Dewi Gayatri untuk membantu kerabat dan teman-teman dekatnya. Lambat laun kabar mengenai kemampuan Dewi Gayatri tersebar juga.

Mulai usia 18 tahun Dewi Gayatri mulai berkonsentrasi untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Seiring berjalannya waktu, Dewi Gayatri mulai paham bahwa kemampuannya mirip sekali dengan penyembuhan reiki yang berasal dari Jepang. Akan tetapi, antara reiki Jepang dengan kemampuan reiki yang dimiliki Dewi Gayatri sangat berbeda. Reiki Gayatri penggunaannya sangat praktis. Manfaatnya bukan hanya untuk penyembuhan, melainkan lebih banyak. Kemampuan Reiki Dewi Gayatri telah terbukti manfaatnya dalam hal meningkatkan kesehatan, penyembuhan fisik dan psikis, meningkatkan inner beauty, dan perawatan tubuh.

PRAKTEK SECARA PROFESIONAL

Sebelumnya, sekalipun belum pernah terlintas di benak Dewi Gayatri untuk membuka praktek secara profesional. Hingga pada akhirnya, Dewi Gayatri memutuskan untuk terjun secara total menjalani profesinya sebagai pakar Reiki Gayatri. Atas pertimbangan banyaknya keinginan klien agar Dewi Gayatri membuka layanan secara profesional.

Menurut Dewi Gayatri, keputusan tersebut adalah bagian dari dorongan nuraninya untuk menjalani peran yang ditakdirkan oleh Tuhan. Menjadi seorang pakar reiki, itu artinya Dewi Gayatri menjadi konsultan yang siap membantu menyelesaikan masalah orang lain.

Dalam pandangan Dewi Gayatri, apapun jika dikelola dengan baik maka hasilnya akan baik pula. Itulah kenapa Dewi Gayatri memilih bergabung dengan Pusat Metafisika Asia (PMA) yang menaungi para pakar yang memiliki kemampuan dan bakat istimewa di berbagai bidang. Salah satunya adalah reiki. Dengan praktek profesional yang dikelola oleh PMA, Dewi Gayatri bisa menjangkau banyak klien. Serta membantu kliennya dengan lebih profesional dan dengan mutu pelayanan yang lebih baik.