08 Agu

Sering Bertengkar Di Depan Anak? Bahaya ini Terjadi Pada Psikologisnya

Setiap rumah tangga pasti melewati pasang surut kehidupan, sehingga akan berdampak pada perselisihan. Perselisihan ini kalau tidak segera diselesaikan akan berkembang menjadi pertengkaran.

Pertengkaran sehebat apapun, yang lebih penting dari itu adalah jangan sampai anak mengetahuinya. Kenapa begitu? Karena anak yang masih kecil, cenderung imitatif terhadap orangtuanya, sehingga nanti dimasa depan anak juga bisa saja bertengkar mengikuti orangtuanya dulu.

Bertengkar boleh saja, asal bisa segera mengeyelesaikan masalah. Daripada disimpan tetapi hati menolak, lebih baik diungkapkan meskipun berujung pada pertengkaran. Tapi, kalau bertengkar jangan sampai terlalu keras hingga tetangga atau anak Anda mendengar.

Berikut Adalah Dampak Buruk Betengkar Didepan Anak

Supaya Anda tidak bertengkar didepan anak, lebih baik simak beberapa efek negatif nya.

1. Membuat Depresi

Sebagai Anak tentunya belum bisa memahami apa yang sedang terjadi. Tentunya anak hanya akan mendengar apa yang Anda ucapkan. Misalnya kata-kata kasar dan lain sebagainya, biasanya anak akan menirunya dikehidupannya.

Jika anak Anda adalah tipe orang yang tidak suka kekerasan, depresi bisa menghampirinya jika melihat orang yang berteriak-teriak dan marah. Dia akan merasa tertekan bahkan hingga depresi. Dalam kasus yang lebih parah, si anak justru takut bertemu dengan ayah atau ibunya lho.

2. Meniru Ucapan

Segala bentuk ucapan ketika Anda bertengkar dan didengar oleh anak, dia akan mengingatnya. Bagi si anak, segala hal yang ada didepannya adalah pengajaran yang dapat ditiru, padahal tidak.

Perhatikan ketika Anda marah dan bertengkar, pasti tidak bisa mengontrol ucapan, sehingga apapun yang ada didalam hati akan terucap. Akan menjadi bahaya apabila anak Anda akan menirukannya.

3. Menjadi Pemarah

Ketika anak Anda sudah berumur setidaknya 17 tahun, dampak pertengkaran masih bisa terjadi. Tetapi efek kali ini sedikit berbeda ketika anak Anda masih dibawah umur remaja. Pada umur ini, anak akan mudah marah terhadap hal-hal yang sangat kecil.

Kenapa bisa begitu? Sebab dia merasa bahwa dalam keluarganya tidak ada yang membuatnya nyaman. Anggapan tersebut menjadi selaras ketika Anda mengungkapkan amarah kepada pasangan di depan anak.

Apalagi ketika Anda bertengkar di depan anak setiap hari, entah cekcok mulut atau kata-kata keras di depan anak, pastinya si anak semakin lama sikapnya berubah mengikuti apa yang Anda lakukan.

4. Pendiam dan Tidak Peduli

Sikap seperti ini biasanya berdampak pada anak laki-laki yang sudah berumur cukup dewasa untuk memahami persoalan orangtuanya. Anak laki-laki biasanya cenderung diam apabila melihat orangtuanya bertengkar.

Bahkan dia akan tidak peduli mengurusi orangtuanya yang bertengkar. Lama kelamaan dia akan mencari suatu kenyamanan lain yang bisa membuat dirinya lepas dari tekanan keluarganya. Selain itu, anak juga akan semakin tidak peduli dengan keluarganya sendiri.

5. Terjerumus dalam Miras dan Narkoba

Pertengkaran hebat yang terjadi di depan anak, akan menyisakan bekas depresi yang sulit disembuhkan. Hingga pada akhirnya si anak akan mencari hal hal yang dapat membuat fantasi kesenangan, misalnya miras dan narkoba.

Miras dan Narkoba bisa menejerumuskan anak Anda yang sedang tertekan karena pertengkaran yang Anda lakukan di depannya. Hal itu juga didukung lingkungannya yang tidak baik serta pergaulan yang terlalu riskan.

Nah, setelah melihat dampak negatifnya maka sebaiknya Anda tidak bertengkar tepat ketika anak berada di rumah. Lebih baik didiskusikan secara baik-baik ketika anak sedang di rumah, kalaupun berujung pada pertengkaran maka sebaiknya tahan hingga anak tidak di rumah atau sedang sekolah. Yang terpenting adalah pura-pura tidak ada masalah didepan anak, agar anak tidak terganggu pikirannya.

Dari apa yang sudah Saya sampaikan di atas. Dampak yang paling sering adalah terjadinya depresi. Karena itulah, pada website meditasicakra.com Saya juga menghadirkan produk untuk mengatasi masalah depresi.

Telp. SMS / WhatsApp : KLIK DISINI !